bengkelpintar.org Upaya pemberdayaan ekonomi berbasis zakat terus dikembangkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Belitung. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui pelatihan mekanik motor bagi para mustahiq atau penerima zakat. Program ini dirancang bukan sekadar bantuan konsumtif, melainkan sebagai jalan menuju kemandirian ekonomi jangka panjang.
Melalui kerja sama dengan SMKN 2 Tanjungpandan, Baznas Belitung menghadirkan pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Bidang perbengkelan motor dipilih karena memiliki peluang usaha yang luas dan permintaan yang relatif stabil di tengah kehidupan masyarakat.
Program Z-Auto sebagai Solusi Usaha Bengkel
Pelatihan ini merupakan bagian penting dari program Z-Auto, yaitu bantuan modal usaha khusus untuk bengkel motor bagi mustahiq. Z-Auto tidak hanya memberikan bantuan berupa peralatan dan modal, tetapi juga mewajibkan penerima program mengikuti pelatihan keterampilan terlebih dahulu.
Pendekatan ini dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan secara optimal. Dengan keterampilan yang memadai, mustahiq diharapkan mampu mengelola usaha bengkel secara mandiri dan berkelanjutan.
Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan
Kerja sama dengan SMKN 2 Tanjungpandan menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program ini. Sekolah kejuruan tersebut memiliki tenaga pendidik dan fasilitas yang memadai di bidang teknik sepeda motor. Melalui kolaborasi ini, peserta pelatihan mendapatkan pembelajaran langsung dari guru-guru berpengalaman.
Materi pelatihan disusun secara praktis dan aplikatif. Peserta tidak hanya belajar teori dasar, tetapi juga langsung mempraktikkan keterampilan mekanik yang dibutuhkan dalam usaha bengkel motor sehari-hari.
Peserta Pelatihan dari Kalangan Mustahiq
Dalam pelatihan Z-Auto ini, Baznas Belitung melibatkan tiga orang mustahiq sebagai peserta. Mereka dipilih melalui proses seleksi dengan mempertimbangkan kesiapan, minat, dan komitmen untuk menjalankan usaha bengkel motor setelah program selesai.
Ketiga peserta ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana zakat produktif dapat mengubah kehidupan penerimanya. Dari semula bergantung pada bantuan, mereka diarahkan untuk menjadi pelaku usaha yang mandiri dan produktif.
Pembukaan dan Dukungan Baznas Belitung
Pelatihan dibuka secara resmi oleh jajaran pimpinan Baznas Belitung. Dalam sambutannya, perwakilan Baznas menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari visi besar lembaga untuk mengangkat kesejahteraan mustahiq melalui pendekatan pemberdayaan.
Baznas Belitung menilai bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai alat bantuan sosial, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan ekonomi umat. Melalui pelatihan keterampilan seperti Z-Auto, zakat diharapkan mampu menciptakan perubahan yang lebih berkelanjutan.
Metode Pelatihan Intensif
Selama pelatihan berlangsung, peserta dibimbing secara intensif oleh guru-guru dari jurusan mekanik SMKN 2. Materi yang diberikan mencakup pengenalan komponen sepeda motor, perawatan rutin, perbaikan dasar, hingga praktik langsung menangani kerusakan ringan.
Pendekatan pelatihan dibuat sederhana namun efektif, agar peserta dengan latar belakang non-teknis tetap dapat memahami materi. Selain itu, peserta juga diajarkan kedisiplinan kerja dan keselamatan dalam melakukan perbaikan motor.
Membangun Mental Wirausaha
Selain keterampilan teknis, pelatihan ini juga bertujuan membangun mental wirausaha para peserta. Peserta didorong untuk memiliki sikap mandiri, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pelayanan pelanggan.
Usaha bengkel motor tidak hanya membutuhkan keahlian mekanik, tetapi juga kepercayaan dari pelanggan. Oleh karena itu, aspek etika kerja, kejujuran, dan konsistensi menjadi nilai yang turut ditekankan selama pelatihan.
Dampak Jangka Panjang bagi Masyarakat
Program Z-Auto diharapkan memberikan dampak positif tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya. Kehadiran bengkel motor baru dapat membantu masyarakat memperoleh layanan perbaikan yang lebih mudah dan terjangkau.
Di sisi lain, keberhasilan program ini juga dapat mendorong mustahiq lain untuk mengikuti jejak serupa. Ketika satu penerima zakat berhasil mandiri, efeknya dapat menular dan memperkuat ekonomi lokal.
Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan
Langkah Baznas Belitung menunjukkan bagaimana zakat dapat dikelola secara produktif dan terarah. Alih-alih hanya berfokus pada bantuan jangka pendek, pendekatan pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan memberikan solusi yang lebih berkelanjutan.
Kolaborasi dengan lembaga pendidikan seperti SMKN 2 juga memperlihatkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam program pemberdayaan ekonomi. Dunia pendidikan dan lembaga zakat dapat saling melengkapi untuk menciptakan hasil yang optimal.
Harapan dan Kelanjutan Program
Baznas Belitung berharap program Z-Auto dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak peserta di masa mendatang. Dengan evaluasi dan pendampingan berkelanjutan, program ini diharapkan mampu mencetak lebih banyak wirausaha bengkel motor yang sukses.
Keberhasilan peserta dalam menjalankan usaha nantinya akan menjadi indikator utama efektivitas program. Baznas berkomitmen untuk terus mendampingi agar usaha yang dirintis dapat bertahan dan berkembang.
Kesimpulan
Pelatihan mekanik motor melalui program Z-Auto menjadi bukti nyata komitmen Baznas Belitung dalam memberdayakan mustahiq secara produktif. Dengan menggandeng SMKN 2 Tanjungpandan, program ini menghadirkan pelatihan keterampilan yang relevan, aplikatif, dan berorientasi pada kemandirian.
Melalui pendekatan ini, zakat tidak hanya menjadi bantuan, tetapi juga jalan menuju perubahan hidup. Program Z-Auto diharapkan mampu mencetak wirausaha bengkel motor yang mandiri, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat Belitung secara berkelanjutan.

Cek Juga Artikel Dari Platform podiumnews.online
