Waktu menunggu saat menambal ban sering kali menjadi keluhan pelanggan bengkel kecil di kawasan permukiman. Proses yang masih mengandalkan pemanasan manual dengan bahan bakar tradisional membuat pekerjaan menjadi lebih lama, kurang efisien, dan berisiko bagi keselamatan kerja. Persoalan inilah yang kemudian dijawab secara konkret oleh mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Gunung Anyar, RW 1.
Melalui pendekatan inovatif dan berbasis kebutuhan lapangan, mahasiswa KKN Untag Surabaya dari Kelompok NR-3 Sub Kelompok 1 yang berjumlah lima orang menghadirkan solusi sederhana namun berdampak besar: alat tambal ban listrik bernama Smart Electric Tire Repair. Inovasi ini tidak hanya memangkas waktu kerja bengkel, tetapi juga membantu pelaku UMKM meningkatkan efisiensi usaha dan kualitas layanan kepada pelanggan.
KKN sebagai Ruang Inovasi Nyata
Program KKN yang dijalankan oleh mahasiswa Untag Surabaya mengusung tema besar “Empowering Community: Membangun Ketahanan Masyarakat — Meningkatkan Kemandirian, Kesiapsiagaan, serta Adaptasi dengan Perubahan untuk Mewujudkan Kesejahteraan.” Tema ini tidak berhenti sebagai jargon akademik, melainkan diterjemahkan menjadi aksi nyata di tengah masyarakat.
Kelurahan Gunung Anyar dipilih sebagai lokasi pengabdian karena memiliki banyak UMKM skala kecil yang menopang ekonomi warga. Salah satunya adalah Bengkel Rizki Motor, bengkel tambal ban yang sudah lama beroperasi dan menjadi tumpuan masyarakat sekitar untuk kebutuhan darurat kendaraan.
Survei Lapangan: Berangkat dari Masalah Nyata
Kegiatan mahasiswa diawali dengan kunjungan lapangan dan dialog langsung bersama pemilik Bengkel Rizki Motor. Alih-alih datang membawa solusi instan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi mendalam terhadap alur kerja bengkel.
Dari diskusi tersebut, teridentifikasi masalah utama:
- Proses pemanasan ban dalam masih menggunakan metode tradisional.
- Waktu pengerjaan relatif lama, terutama saat bengkel ramai.
- Biaya operasional bahan bakar cukup tinggi.
- Risiko keselamatan kerja masih cukup besar karena panas tidak terkontrol.
Masalah-masalah ini menunjukkan bahwa kendala UMKM bukan semata pada keterampilan, tetapi pada keterbatasan teknologi sederhana yang sebenarnya bisa diatasi melalui inovasi tepat guna.
Smart Electric Tire Repair: Solusi Tepat Guna
Berangkat dari temuan tersebut, mahasiswa KKN Untag Surabaya kemudian merancang Smart Electric Tire Repair, sebuah alat tambal ban berbasis listrik yang dirancang khusus untuk kebutuhan bengkel kecil.
Keunggulan utama alat ini meliputi:
- Pemanasan Lebih Cepat dan Stabil
Sistem pemanas listrik mampu mempercepat proses pemanasan ban dalam secara merata, sehingga waktu pengerjaan tambal ban menjadi lebih singkat. - Efisiensi Biaya Operasional
Dengan mengandalkan listrik, pemilik bengkel tidak lagi bergantung pada bahan bakar tradisional yang fluktuatif dan boros. - Keamanan Kerja Lebih Baik
Alat ini dilengkapi dengan sistem pemutus panas otomatis. Fitur ini mencegah overheating dan mengurangi risiko kecelakaan kerja. - Ramah Pengguna
Desain alat dibuat sederhana agar mudah dioperasikan oleh pelaku UMKM tanpa latar belakang teknis yang rumit.
Inovasi ini menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu harus kompleks dan mahal untuk memberikan dampak signifikan.
Pendampingan Langsung untuk Keberlanjutan
Setelah alat selesai dirakit dan diuji coba, mahasiswa KKN Untag Surabaya menyerahkan Smart Electric Tire Repair secara langsung kepada pemilik Bengkel Rizki Motor. Namun, proses pengabdian tidak berhenti pada penyerahan alat semata.
Mahasiswa juga melakukan pendampingan intensif, mulai dari:
- Penjelasan teknis fungsi alat
- Demonstrasi penggunaan yang aman dan efisien
- Praktik langsung bersama pemilik bengkel
- Diskusi perawatan alat agar dapat digunakan dalam jangka panjang
Dokumentasi kegiatan memperlihatkan interaksi yang hangat dan partisipatif. Pemilik bengkel tampak antusias mencoba teknologi baru tersebut, sementara mahasiswa memastikan alat benar-benar dapat dioperasikan secara mandiri.
Dampak Nyata bagi UMKM Bengkel
Sejak penggunaan alat tambal ban listrik, pemilik Bengkel Rizki Motor merasakan perubahan signifikan. Waktu pengerjaan tambal ban menjadi lebih singkat, pelanggan tidak perlu menunggu terlalu lama, dan potensi antrian dapat ditekan.
Efisiensi ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan. Dengan waktu kerja yang lebih singkat, bengkel dapat melayani lebih banyak pelanggan dalam sehari. Hal ini membuka peluang peningkatan pendapatan tanpa harus menambah jam kerja yang melelahkan.
Selain itu, aspek keselamatan kerja yang lebih baik memberikan rasa aman bagi pemilik bengkel dalam menjalankan usahanya sehari-hari.
Mahasiswa sebagai Agen Perubahan Sosial
Program ini menjadi contoh konkret bagaimana mahasiswa dapat berperan sebagai agen perubahan sosial. Pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diterjemahkan menjadi solusi nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Kegiatan KKN seperti ini juga melatih mahasiswa untuk:
- Berempati terhadap persoalan masyarakat
- Mengembangkan inovasi berbasis kebutuhan lapangan
- Berkolaborasi lintas disiplin
- Mengasah kemampuan komunikasi dan pendampingan
Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika kelak terjun ke dunia kerja maupun wirausaha.
Mendorong UMKM Naik Kelas lewat Inovasi
Inovasi Smart Electric Tire Repair membuktikan bahwa UMKM dapat naik kelas bukan hanya melalui modal besar, tetapi melalui efisiensi, teknologi tepat guna, dan pendampingan berkelanjutan.
Ketika waktu kerja lebih singkat, biaya operasional menurun, dan keselamatan meningkat, UMKM memiliki fondasi yang lebih kuat untuk berkembang. Inilah esensi dari pemberdayaan masyarakat: menciptakan kemandirian, bukan ketergantungan.
Penutup: Dari Kampus untuk Masyarakat
Program KKN mahasiswa Untag Surabaya di Kelurahan Gunung Anyar menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kampus dan masyarakat dapat menghasilkan dampak nyata. Inovasi sederhana seperti alat tambal ban listrik mampu menjawab persoalan sehari-hari sekaligus membuka jalan bagi UMKM untuk berkembang.
Lebih dari sekadar tugas akademik, kegiatan ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan memiliki nilai paling tinggi ketika digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Dari bengkel kecil di sudut kelurahan, lahir pelajaran besar tentang inovasi, kepedulian, dan harapan bagi masa depan UMKM Indonesia.
Baca Juga : Banjir Jakarta Utara, Bengkel Motor Kebanjiran Rezeki
Cek Juga Artikel Dari Platform : 1reservoir

