bengkelpintar.org Kasus pencurian kendaraan bermotor kembali menjadi sorotan setelah polisi membongkar sebuah bengkel di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang diduga menjadi lokasi “mutilasi” sepeda motor curian. Pengungkapan ini menarik perhatian karena skala kasus disebut cukup besar dan melibatkan praktik pembongkaran ratusan kendaraan hasil kejahatan.
Dalam operasi tersebut, aparat kepolisian mengamankan tiga orang tersangka dengan peran yang berbeda. Bengkel yang tampak seperti tempat servis biasa ternyata diduga menjadi gudang penampungan sekaligus lokasi pembongkaran motor curian untuk dijual dalam bentuk suku cadang.
Berikut lima fakta penting terkait terbongkarnya gudang mutilasi motor curian di Nganjuk.
1. Bengkel di Nganjuk Diduga Jadi Lokasi Mutilasi Ratusan Motor
Fakta pertama yang paling mengejutkan adalah dugaan bahwa bengkel di Dusun Waung, Kecamatan Baron, Nganjuk, digunakan sebagai tempat pembongkaran motor curian dalam jumlah besar.
Istilah “mutilasi motor” merujuk pada praktik membongkar kendaraan menjadi bagian-bagian terpisah, seperti rangka, mesin, body, hingga aksesori. Cara ini dilakukan agar motor curian tidak mudah dikenali dan lebih sulit dilacak aparat.
Jika kendaraan sudah dipecah menjadi komponen, pelaku bisa menjualnya sebagai onderdil atau merakit ulang dengan identitas berbeda. Modus ini sering digunakan jaringan curanmor karena dinilai lebih aman dibanding menjual motor dalam kondisi utuh.
Skala kasus yang disebut mencapai ratusan unit menunjukkan bahwa praktik ini diduga sudah berjalan secara sistematis.
2. Penggerebekan Dilakukan Tim Gabungan Lintas Wilayah
Fakta kedua adalah pengungkapan kasus ini dilakukan oleh tim gabungan dari beberapa satuan kepolisian. Operasi melibatkan Polsek Karangpilang, Satreskrim Polrestabes Surabaya, Polsek Baron, serta Polres Nganjuk.
Kolaborasi lintas wilayah ini penting karena kasus pencurian motor biasanya tidak berhenti di satu daerah saja. Motor yang dicuri dari kota besar sering dibawa ke daerah lain untuk menghilangkan jejak.
Kerja sama antarunit ini menunjukkan bahwa polisi menelusuri kasus secara serius hingga menemukan lokasi yang diduga menjadi pusat pembongkaran kendaraan curian.
Dengan adanya koordinasi gabungan, pengungkapan jaringan curanmor menjadi lebih efektif.
3. Kasus Terungkap dari Laporan Kehilangan Motor
Fakta ketiga, penggerebekan bermula dari laporan kehilangan sepeda motor di wilayah Surabaya. Dari laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan penelusuran hingga menemukan titik yang mengarah ke bengkel di Nganjuk.
Kasus ini menunjukkan pentingnya laporan masyarakat dalam membantu aparat mengungkap tindak kriminal. Ketika korban segera melapor, peluang motor ditemukan kembali menjadi lebih besar.
Selain itu, penyelidikan juga biasanya dibantu oleh bukti tambahan seperti rekaman CCTV, informasi saksi, hingga pelacakan nomor rangka kendaraan.
Dari sinilah polisi akhirnya menemukan dugaan gudang pembongkaran motor curian.
4. Praktik Ilegal Diduga Sudah Berlangsung Lama
Fakta keempat, hasil penyelidikan awal menyebut praktik pembongkaran motor curian ini diduga sudah berlangsung cukup lama, bahkan disebut berjalan selama beberapa tahun.
Jika benar demikian, maka bengkel tersebut bukan sekadar lokasi sementara, tetapi kemungkinan menjadi bagian dari jaringan penadahan yang terorganisir.
Jaringan seperti ini biasanya memiliki sistem kerja yang rapi. Ada pihak yang bertugas mencuri motor, ada yang mengangkut ke lokasi tertentu, lalu ada yang membongkar dan menjual suku cadangnya.
Lamanya praktik ini juga menunjukkan tantangan besar dalam pemberantasan curanmor, karena jaringan sering berpindah tempat dan menggunakan modus terselubung.
5. Tiga Tersangka Diamankan dengan Peran Berbeda
Fakta kelima, polisi mengamankan tiga orang dan menetapkan mereka sebagai tersangka. Mereka diduga memiliki peran berbeda dalam aktivitas ilegal tersebut.
Dalam kasus penadahan kendaraan curian, peran tersangka bisa beragam, mulai dari penerima motor curian, pembongkar kendaraan, hingga pihak yang mengatur distribusi onderdil ke pasar gelap.
Penetapan tersangka ini menjadi langkah awal untuk membongkar jaringan lebih luas. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat, termasuk pemasok kendaraan curian maupun pembeli suku cadang ilegal.
Proses hukum terhadap para tersangka akan berjalan sesuai ketentuan pidana yang berlaku.
Dampak Kasus Ini bagi Masyarakat
Kasus gudang mutilasi motor curian ini menimbulkan keresahan karena pencurian motor merupakan kejahatan yang sangat merugikan masyarakat. Motor adalah alat transportasi utama bagi banyak orang untuk bekerja dan beraktivitas.
Ketika motor hilang, korban tidak hanya rugi secara ekonomi, tetapi juga terganggu dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, keberadaan bengkel ilegal seperti ini memperkuat pasar gelap kendaraan curian.
Pengungkapan kasus ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan menekan angka pencurian kendaraan bermotor di Jawa Timur.
Penutup
Terbongkarnya gudang mutilasi motor curian di Nganjuk menjadi peringatan bahwa jaringan curanmor masih menjadi ancaman serius. Bengkel yang tampak biasa ternyata diduga menjadi tempat pembongkaran ratusan motor curian, dengan praktik yang disebut berlangsung lama.
Lima fakta penting ini menunjukkan bagaimana kasus terungkap melalui laporan masyarakat, kerja sama lintas kepolisian, hingga penangkapan tiga tersangka. Polisi kini masih terus mendalami jaringan lebih luas agar kejahatan serupa dapat diberantas sampai ke akar.

Cek Juga Artikel Dari Platform bengkelpintar.org
