Pesona Vespa Klasik dan Tantangan Membelinya
Vespa klasik memiliki daya tarik yang tak lekang oleh waktu. Desainnya yang ikonik, suara mesin khas, serta nilai historis yang kuat membuat motor asal Italia ini terus digemari lintas generasi. Tak sedikit orang yang tertarik terjun ke dunia Vespa klasik, baik sebagai kendaraan harian, koleksi, maupun bagian dari gaya hidup.
Namun di balik pesonanya, membeli Vespa klasik bekas bukan perkara mudah. Berbeda dengan motor modern, Vespa klasik menuntut ketelitian ekstra saat pengecekan. Salah langkah sedikit saja, calon pembeli bisa dihadapkan pada biaya perbaikan yang tidak kecil.
Menurut Aphin, pemilik bengkel spesialis Vespa klasik Aphin Garage, kesalahan paling umum pembeli pemula adalah terlalu fokus pada tampilan luar.
“Pengecekan Vespa bekas tidak bisa cuma lihat cat atau aksesori. Yang paling penting itu mesin dan struktur bodinya,” ujar Aphin.
Nomor Mesin dan Nomor Rangka Wajib Dicek
Langkah pertama dan paling krusial saat mengecek Vespa klasik bekas adalah memastikan keaslian nomor mesin dan nomor rangka. Aphin menegaskan, dua hal ini menjadi dasar apakah unit tersebut masih orisinal atau sudah mengalami penggantian besar.
“Satu yang penting lihat nomor mesin, nomor rangka. Itu bikinan atau enggak,” jelasnya.
Nomor mesin dan rangka yang tidak sesuai berpotensi menimbulkan masalah hukum di kemudian hari. Selain itu, Vespa dengan rangka asli biasanya memiliki nilai lebih tinggi dan lebih mudah dirawat karena struktur dasarnya masih sesuai standar pabrikan.
Periksa Bodi, Fokus di Bagian Bawah Dek
Setelah memastikan dokumen dan nomor rangka, langkah berikutnya adalah memeriksa bodi secara menyeluruh. Salah satu titik rawan Vespa klasik adalah bagian bawah dek.
Karena usia motor yang sudah puluhan tahun, bagian ini sering mengalami karat atau bahkan keropos. Kerusakan di area dek bukan sekadar soal estetika, tetapi juga menyangkut kekuatan struktur rangka.
Jika dek sudah keropos parah, perbaikannya bisa memakan biaya besar dan membutuhkan pengerjaan las yang tidak sederhana. Aphin menyarankan pembeli tidak ragu untuk meraba dan mengetuk bagian bawah dek untuk mendeteksi area yang sudah rapuh.
Dengarkan Suara Mesin dengan Teliti
Sektor mesin menjadi jantung utama Vespa klasik. Pengecekan tidak cukup hanya dengan melihat mesin bersih atau kotor. Cara terbaik adalah mendengarkan langsung suara mesin saat motor dihidupkan.
Aphin menyarankan motor dihidupkan dan dibiarkan langsam terlebih dahulu sebelum dibawa jalan.
“Dihidupin, langsamnya, jalannya imbang enggak. Suaranya ada kricik-kricik, kalau ada pasti dari seher,” ujarnya.
Suara kricik-kricik atau bunyi tidak wajar biasanya menjadi indikasi masalah pada piston (seher) atau komponen internal mesin lainnya. Jika suara mesin terasa berat, tidak stabil, atau brebet, besar kemungkinan ada pekerjaan besar yang menunggu.
Tes Jalan untuk Menilai Keseimbangan Mesin
Selain mendengarkan suara, tes jalan sangat disarankan sebelum memutuskan membeli. Saat dikendarai, perhatikan apakah tarikan terasa halus, apakah mesin mudah mati, dan apakah tenaga keluar secara merata.
Mesin Vespa klasik yang sehat biasanya terasa ringan saat digas dan tidak tersendat. Jika motor terasa “ngeden” atau tidak responsif, bisa jadi ada masalah di sektor pengapian atau sistem bahan bakar.
Masalah Umum di Vespa Klasik
Beberapa masalah yang sering ditemui pada Vespa klasik bekas antara lain:
- Seher aus akibat usia dan pemakaian panjang
- Pengapian bermasalah, membuat mesin tidak stabil
- Karat rangka di area dek dan bawah bodi
- Seal dan karet getas yang sudah tidak elastis
Masalah-masalah ini sebenarnya wajar untuk motor tua, namun penting diketahui sejak awal agar pembeli bisa memperkirakan biaya perbaikan.
Aksesori Bukan Prioritas Utama
Banyak pembeli pemula tergoda oleh Vespa dengan tampilan mulus, cat kinclong, dan aksesori lengkap. Padahal menurut Aphin, komponen eksternal justru bukan hal utama dalam pengecekan awal.
“Kalau barang-barang orisinalnya itu gampang, seperti lampu-lampu dan aksesori. Utamanya di mesin sama bodi,” tegasnya.
Lampu, spion, jok, hingga emblem relatif mudah diganti atau dicari di pasaran. Sebaliknya, memperbaiki mesin dan rangka membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga yang jauh lebih besar.
Sesuaikan dengan Tujuan Membeli
Sebelum membeli Vespa klasik bekas, calon pembeli juga perlu memahami tujuan mereka. Apakah motor akan digunakan harian, sekadar koleksi, atau proyek restorasi?
Untuk pemakaian harian, disarankan memilih unit dengan kondisi mesin sehat meski tampilan biasa saja. Sementara bagi kolektor, orisinalitas rangka dan mesin bisa menjadi prioritas utama meski membutuhkan perbaikan kosmetik.
Bawa Mekanik Jika Masih Awam
Bagi pemula yang belum memahami karakter Vespa klasik, membawa mekanik atau orang yang berpengalaman saat pengecekan sangat disarankan. Biaya jasa pengecekan jauh lebih murah dibanding risiko salah beli.
Langkah ini dapat membantu menghindari unit bermasalah yang tampak “bagus di luar, rapuh di dalam”.
Kesimpulan
Membeli Vespa klasik bekas memang penuh tantangan, tetapi juga memberikan kepuasan tersendiri. Kunci utamanya adalah teliti dan tidak terburu-buru. Fokuskan pengecekan pada nomor mesin, nomor rangka, kondisi bodi terutama bagian dek, serta kesehatan mesin.
Seperti diingatkan Aphin, tampilan luar bisa diperbaiki belakangan, tetapi mesin dan rangka adalah fondasi utama. Dengan pengecekan yang tepat, Vespa klasik bukan hanya sekadar motor tua, melainkan investasi hobi yang menyenangkan dan bernilai.
Baca juga : Bertahan Hidup di Bali, Adi Tinggal di Kos 2×3 Meter
Cek Juga Artikel Dari Platform : suarairama

