Api Melalap Toko Material dan Bengkel di Dini Hari
Peristiwa kebakaran hebat terjadi di Jalan Bukit Cirendeu Raya, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, pada Selasa dini hari (30/12/2025). Sebuah toko material yang berdempetan dengan bengkel dilaporkan ludes dilalap api. Insiden tragis ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka bakar.
Kebakaran yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap tidur tersebut menimbulkan kepanikan di lingkungan sekitar. Kobaran api terlihat membesar dengan cepat, disertai asap hitam pekat yang membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan.
Laporan Masuk Pukul 01.20 WIB, Damkar Bergerak Cepat
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tangsel, Ahmad Dohiri, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 01.20 WIB.
Tak lama setelah laporan diterima, tim pemadam langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Proses pemadaman mulai dilakukan sekitar 10 menit kemudian dengan mengerahkan sejumlah unit mobil pemadam dan personel.
“Korban satu orang meninggal dunia, sementara satu orang lainnya mengalami luka bakar,” ujar Dohiri saat dikonfirmasi.
Material Mudah Terbakar Picu Api Cepat Membesar
Api dengan cepat membesar karena di dalam toko terdapat banyak material yang mudah terbakar. Selain itu, posisi bangunan toko material dan bengkel yang saling berdempetan membuat api mudah merambat dari satu bangunan ke bangunan lain.
Kondisi tersebut menyulitkan proses awal pemadaman. Rangka atap bengkel dilaporkan ambruk akibat panas tinggi, sementara puing-puing bangunan berserakan di sekitar lokasi kejadian. Warga sekitar hanya bisa menyaksikan proses pemadaman dari kejauhan karena area dipasangi garis pengaman.
Lima Jam Perjuangan Menjinakkan Api
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengendalikan kobaran api. Dohiri menyebutkan proses pemadaman berlangsung hingga sekitar lima jam.
Api baru benar-benar berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 06.30 WIB. Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 90 persen bangunan toko material dan bengkel terdampak kebakaran.
Proses pendinginan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran ulang. Petugas menyisir area bangunan yang runtuh dan bagian-bagian yang masih menyimpan panas.
Satu Orang Tewas, Satu Korban Luka Bakar
Dalam peristiwa tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban diduga terjebak di dalam bangunan saat api mulai membesar. Sementara itu, satu korban lainnya mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Identitas korban belum diumumkan secara rinci oleh pihak berwenang. Aparat masih melakukan pendalaman terkait keberadaan korban di lokasi pada saat kejadian serta kronologi lengkap sebelum api membesar.
Dugaan Sementara Korsleting Listrik
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Namun, Dohiri menegaskan bahwa penyebab tersebut masih bersifat sementara dan akan dipastikan melalui penyelidikan lanjutan.
“Penyebab kebakaran masih dugaan sementara akibat korsleting listrik, dengan taksiran kerugian kurang lebih Rp1,5 miliar,” jelasnya.
Korsleting listrik kerap menjadi pemicu kebakaran, terutama di bangunan usaha yang menggunakan banyak instalasi listrik dan peralatan elektronik, ditambah kondisi kabel yang mungkin sudah tidak layak.
Kerugian Ditaksir Capai Rp1,5 Miliar
Selain menelan korban jiwa, kebakaran ini juga menimbulkan kerugian materi yang cukup besar. Kerugian akibat rusaknya bangunan, peralatan bengkel, serta stok material bangunan ditaksir mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
Pemilik usaha kini harus menghadapi kerugian ganda, baik dari sisi kehilangan aset maupun terhentinya aktivitas usaha. Proses pendataan lanjutan akan dilakukan untuk memastikan total kerugian secara rinci.
Imbauan Waspada Bahaya Kebakaran
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat dan bangunan usaha yang menyimpan material mudah terbakar. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tangsel mengimbau masyarakat untuk secara rutin memeriksa instalasi listrik dan memastikan kelayakan peralatan yang digunakan.
Langkah pencegahan sederhana seperti penggunaan kabel standar, tidak menumpuk colokan listrik, serta mematikan aliran listrik saat bangunan tidak digunakan dapat mengurangi risiko korsleting.
Penyelidikan Masih Berlanjut
Hingga saat ini, aparat terkait masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan setelah proses pendinginan selesai guna mengumpulkan bukti-bukti pendukung.
Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga yang terdampak.
Kesimpulan
Kebakaran toko material dan bengkel di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, menjadi peristiwa tragis yang menelan korban jiwa dan kerugian besar. Api yang diduga berasal dari korsleting listrik cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar dan kondisi bangunan yang berdempetan.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan pencegahan kebakaran, baik oleh pemilik usaha maupun masyarakat sekitar. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala dan kepatuhan terhadap standar keselamatan menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Baca Juga : 7 Bengkel Mobil dan Motor Terpercaya di Sidoarjo
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : liburanyuk

