Mobil Listrik Mewah Terbakar di Bengkel Medan
Sebuah mobil listrik mewah dilaporkan terbakar di sebuah bengkel di Jalan Sei Asahan, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, pada Rabu pagi. Peristiwa ini menarik perhatian warga sekitar karena melibatkan kendaraan listrik bernilai fantastis, dengan estimasi harga mencapai Rp1,3 miliar.
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut. Api diketahui membesar dari bagian kendaraan saat mobil berada di dalam bengkel, sehingga menimbulkan kepulan asap tebal yang terlihat dari kejauhan.
Pelaksana Tugas Kepala Damkarmat Kota Medan, Wandro Malau, menyebut pihaknya belum mengetahui identitas pemilik kendaraan listrik tersebut.
“Terbakar mobil listrik. Tapi sejauh itu lah saya bisa menjawab, siapa pemilik mobil saya nggak mencampuri,” ujar Wandro saat dihubungi.
Laporan Masuk Pagi Hari, Petugas Langsung Bergerak
Wandro menjelaskan, laporan kebakaran diterima pihaknya dari masyarakat sekitar pada pukul 10.00 WIB. Begitu menerima laporan, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
“Tidak menunggu lama, petugas langsung ke lokasi,” jelasnya.
Sesampainya di bengkel, petugas mendapati asap tebal berasal dari kendaraan listrik yang sedang berada di area perbaikan. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan sangat hati-hati, mengingat karakteristik mobil listrik yang berbeda dari kendaraan berbahan bakar konvensional.
Pemadaman Mobil Listrik Lebih Kompleks
Menurut Wandro, proses pemadaman mobil listrik memerlukan penanganan khusus dan waktu yang lebih lama dibandingkan mobil bermesin bensin atau solar. Hal ini disebabkan oleh keberadaan baterai bertegangan tinggi yang menjadi sumber energi utama kendaraan listrik.
“Sampai lokasi ternyata di bengkel. Petugas melihat asap di mobil. Pemadamannya cukup lama karena yang terbakar mobil listrik,” ungkap Wandro.
Ia menjelaskan bahwa metode pemadaman mobil listrik tidak bisa disamakan dengan kendaraan biasa.
“Penanganan beda dengan mobil biasa. Kami ganti dengan oksigen biar cepat mati apinya,” kata dia.
Langkah tersebut dilakukan untuk menekan potensi api kembali menyala akibat panas sisa pada baterai.
Diduga Hyundai IONIQ 5 N
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa mobil listrik yang terbakar merupakan Hyundai IONIQ 5 N, salah satu varian performa tinggi dari lini kendaraan listrik Hyundai. Di Indonesia, mobil ini dipasarkan dengan harga yang diperkirakan mencapai Rp1,3 miliar, menjadikannya salah satu mobil listrik premium di kelasnya.
IONIQ 5 N dikenal memiliki performa tinggi, sistem baterai besar, serta teknologi canggih yang mendukung akselerasi dan handling. Namun hingga kini, pihak Damkar belum memberikan keterangan resmi terkait spesifikasi detail kendaraan yang terbakar, termasuk kondisi mobil sebelum insiden terjadi.
Penyebab Kebakaran Masih Misteri
Hingga Kamis, penyebab kebakaran mobil listrik tersebut masih belum dapat dipastikan. Petugas pemadam kebakaran belum menyimpulkan apakah api berasal dari korsleting listrik, gangguan pada baterai, atau faktor lain yang berkaitan dengan proses perbaikan di bengkel.
Pihak berwenang masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan untuk memastikan sumber api dan kronologi lengkap kejadian.
Kebakaran mobil listrik memang menjadi perhatian khusus di berbagai negara, mengingat teknologi baterai lithium-ion yang memiliki karakteristik berbeda dengan bahan bakar fosil.
Tantangan Penanganan Kebakaran Kendaraan Listrik
Kasus kebakaran mobil listrik di Medan ini kembali menyoroti tantangan penanganan insiden kendaraan listrik di Indonesia. Mobil listrik membutuhkan metode pemadaman yang berbeda karena baterainya dapat menyimpan panas dalam waktu lama dan berpotensi memicu api kembali meski sudah terlihat padam.
Oleh karena itu, pelatihan khusus bagi petugas pemadam kebakaran menjadi hal penting seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik di Tanah Air.
Harga Mobil Listrik Berpotensi Naik
Di sisi lain, insiden ini terjadi di tengah isu meningkatnya harga mobil listrik di Indonesia. Pada Januari 2026, hanya beberapa model yang mengalami penyesuaian harga. Namun secara umum, banderol kendaraan listrik diprediksi akan naik signifikan.
Salah satu faktor utamanya adalah berakhirnya insentif pajak yang selama ini menopang harga jual mobil listrik. Selain itu, model impor yang belum memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga berpotensi mengalami kenaikan harga lebih besar.
Kondisi ini membuat mobil listrik premium seperti Hyundai IONIQ 5 N menjadi semakin eksklusif dan bernilai tinggi.
Tidak Ada Laporan Korban Jiwa
Beruntung, dalam peristiwa kebakaran ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke bangunan lain di sekitar bengkel.
Meski demikian, kerugian materiil diperkirakan cukup besar, mengingat harga kendaraan yang terbakar serta potensi kerusakan fasilitas bengkel.
Perlu Standar Keamanan Bengkel Mobil Listrik
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan khusus di bengkel yang menangani kendaraan listrik. Prosedur keamanan, peralatan khusus, serta kesiapan menghadapi risiko kebakaran menjadi faktor krusial seiring meningkatnya jumlah mobil listrik di Indonesia.
Dengan adopsi kendaraan listrik yang terus didorong pemerintah, kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia menjadi kunci untuk meminimalkan risiko di masa depan.
Kesimpulan
Kebakaran mobil listrik mewah di Medan menambah daftar tantangan dalam era elektrifikasi kendaraan di Indonesia. Proses pemadaman yang lebih lama, metode penanganan khusus, serta nilai kendaraan yang tinggi menjadikan insiden ini sorotan publik.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa teknologi baru memerlukan kesiapan baru, baik dari sisi keselamatan, regulasi, maupun infrastruktur pendukung.
Baca Juga : Cara Cek Kondisi Vespa Klasik Bekas Sebelum Membeli
Cek Juga Artikel Dari Platform : pestanada

