bengkelpintar.org Program Studi Perawatan dan Perbaikan Mesin (PPM) di Politeknik Bosowa kembali menunjukkan peran nyata pendidikan vokasi di tengah masyarakat. Melalui kegiatan servis gratis kendaraan bermotor, kampus ini membuka layanan perawatan bagi warga sekitar tanpa harus pergi ke bengkel umum.
Kegiatan tersebut diselenggarakan di bengkel praktik kampus dan langsung mendapat sambutan positif. Sejak pagi, warga terlihat mengantre membawa kendaraan roda dua maupun roda empat untuk mendapatkan layanan pemeriksaan dan perawatan.
Program ini tidak hanya membantu masyarakat secara ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa. Pendidikan vokasi dituntut untuk dekat dengan praktik lapangan, dan kegiatan ini menjadi contoh konkret penerapannya.
Antusiasme Warga Ikuti Servis Gratis
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya kendaraan yang datang untuk diperiksa. Beragam jenis kendaraan masuk ke area bengkel praktik, mulai dari sepeda motor harian hingga mobil keluarga.
Layanan yang diberikan mencakup pengecekan mesin, sistem kelistrikan, rem, oli, serta komponen pendukung lainnya. Meski gratis, proses servis tetap dilakukan secara teliti dan mengikuti standar keselamatan kerja.
Bagi sebagian warga, program ini sangat membantu. Selain menghemat biaya, mereka juga mendapatkan edukasi singkat tentang kondisi kendaraan dan perawatan yang perlu dilakukan ke depan.
Jembatan Antara Kampus dan Kebutuhan Masyarakat
Ketua Program Studi PPM Poltekbos, Muhammad Ali Chandra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin. Tujuannya adalah mendekatkan dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Menurutnya, kampus tidak boleh berdiri sendiri sebagai institusi akademik. Pendidikan vokasi harus hadir langsung di tengah masyarakat dan memberikan manfaat yang bisa dirasakan.
Kegiatan servis gratis ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan visi pendidikan terapan. Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan persoalan di lapangan.
Sarana Praktik Nyata bagi Mahasiswa
Bagi mahasiswa PPM, kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran. Seluruh proses servis dilakukan oleh mahasiswa dengan pendampingan dosen dan teknisi berpengalaman.
Pendampingan tersebut memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga. Aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian utama selama kegiatan berlangsung.
Mahasiswa dihadapkan pada berbagai kondisi kendaraan yang berbeda. Mulai dari masalah ringan hingga keluhan teknis yang membutuhkan analisis lebih mendalam. Situasi ini memberikan pengalaman yang tidak selalu bisa diperoleh di ruang praktik biasa.
Belajar Langsung Hadapi Masalah di Lapangan
Ali Chandra menegaskan bahwa pengalaman lapangan seperti ini sangat berharga. Mahasiswa tidak hanya mengandalkan teori, tetapi juga belajar menganalisis masalah secara langsung.
Mereka dilatih untuk melakukan diagnosa kerusakan, menentukan langkah perbaikan, serta bekerja secara sistematis dan bertanggung jawab. Semua proses tersebut menjadi bekal penting sebelum mahasiswa terjun ke dunia kerja.
Selain keterampilan teknis, mahasiswa juga diasah dari sisi komunikasi. Mereka belajar menjelaskan kondisi kendaraan kepada pemiliknya dengan bahasa yang mudah dipahami.
Pengalaman Berharga dari Sudut Pandang Mahasiswa
Salah satu mahasiswa PPM yang terlibat, Arul, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru. Menurutnya, kegiatan ini memberikan tantangan nyata yang berbeda dari praktik biasa di kampus.
Mahasiswa belajar bagaimana melayani pelanggan dengan baik. Mereka juga belajar bekerja dalam tim dan mengatur waktu agar semua kendaraan dapat terlayani dengan optimal.
Interaksi langsung dengan masyarakat meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa. Mereka merasa lebih siap menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya setelah lulus nanti.
Dampak Positif bagi Pendidikan Vokasi
Program seperti ini menunjukkan kekuatan pendidikan vokasi. Kampus tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga berkontribusi langsung pada lingkungan sekitar.
Masyarakat mendapatkan layanan yang bermanfaat, sementara mahasiswa memperoleh pengalaman nyata. Kolaborasi ini menciptakan hubungan saling menguntungkan antara institusi pendidikan dan warga.
Model pembelajaran berbasis praktik seperti ini dinilai relevan dengan kebutuhan industri. Lulusan vokasi diharapkan memiliki keterampilan siap pakai dan mental kerja yang matang.
Harapan Ke Depan
Pihak Poltekbos berharap kegiatan servis gratis ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Program ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain untuk melakukan hal serupa.
Dengan semakin banyak kegiatan berbasis pengabdian masyarakat, pendidikan vokasi dapat semakin dikenal sebagai solusi nyata bagi kebutuhan teknis di masyarakat.
Servis gratis kendaraan ini menjadi bukti bahwa kampus vokasi tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada dampak sosial. Pendidikan, praktik, dan pengabdian berjalan beriringan demi menciptakan lulusan yang kompeten dan peduli.

Cek Juga Artikel Dari Platform podiumnews.online
